.jpg&w=750)
Sepanjang pandemi Covid-19, strategi komunikasi publik Kementerian Kesehatan sudah pasti jadi sorotan. Apa saja strategi yang sudah mereka lakukan hingga hari ini?
JAKARTA, PRINDONESIA.CO - Jauh sebelum teridentifikasi kasus Covid-19 pertama di Indonesia, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terus memantau pergerakan virus yang awalnya bernama novel Corona virus atau yang saat ini kita kenal sebagai Covid-19 itu. Apalagi semenjak Komisi Kesehatan Publik Wuhan, Tiongkok, melaporkan adanya wabah penyakit mirip pneumonia yang berasal dari sebuah pasar di Huanan, Wuhan, Tiongkok, 31 Desember 2019.
Meskipun ketika itu belum ditemukan kasus di Indonesia, arahan dari Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto kepada jajaran internal Kemenkes, jelas: bersiap diri jika kasus Covid-19 terjadi di Indonesia.
- BERITA TERKAIT
- Transformasi Praktik PR di Tengah Kemajuan AI
- "Flexing", Gagapnya Komunikasi Internal, dan Peran PR Mengelola Reputasi
- Fenomena "Flexing" dan Gagalnya Penerapan "Good Governance"
- "Flexing", Hobi yang Mempertaruhkan Reputasi Organisasi
- Kenali Jenis "Flexing", Pintu Gerbang Korupsi