Kilas Balik 2020 dan Outlook 2021 “Public Affairs”

PRINDONESIA.CO | Senin, 15/02/2021
Perusahaan ibarat ikan yang berenang di dalam samudera peluang bisnis. Semakin besar ikan, semakin besar pula peluang dan kemampuannya untuk berenang jauh dalam mencari peluang bisnis, bahkan sampai ke benua lain sekalipun.
Dok.Pribadi

Tahun 2020 cukup menggembirakan untuk perkembangan public affairs di Indonesia. Di tengah pandemi COVID-19 di paruh kedua tahun ini, beberapa acara penting diselenggarakan di tingkat nasional yang meneguhkan public affairs sebagai suatu praktik yang memperoleh perhatian khusus dari pelaku bisnis.

 

Oleh: Noke Kiroyan, Chairman & Chief Consultant KIROYAN Partners

JAKARTA, PRINDONESIA.CO - Pada 15 Oktober, Public Affairs Forum Indonesia diluncurkan secara resmi di dalam suatu webinar berjudul The Role of Public Affairs in a Changing World. Enam pekan kemudian, pada 25 November, untuk pertama kalinya diselenggarakan Indonesian Public Affairs Conference (IPAC), suatu perhelatan yang telah direncanakan lama sebelumnya. Tanggal 11 - 12 November diselenggarakan acara bersama oleh kamar dagang yang mewakili bisnis Uni Eropa di Indonesia, EuroCham, dan Kiroyan Partners untuk pelatihan para eksekutif perusahaan-perusahaan anggota EuroCham melalui Public Affairs Master Class.

Majalah PR IINDONESIA No. 68 Edisi November 2020 secara komprehensif mengupas tuntas tema Public Affairs dengan Main Story berjudul Tantangan Public Affairs: Menata Ekosistem Pemangku Kepentingan. Isi edisi yang bersangkutan sebagian besar berupa pembahasan yang luas dan mendalam tentang public affairs. Menjelang penutupan tahun, Public Affairs Forum Indonesia menyelenggarakan acaranya yang kedua pada 17 Desember dengan tema “Komunikasi Publik Membangun Optimisme Indonesia 2021”.

Semua perkembangan ini menjadi petunjuk bahwa tahun 2020 ini momentum perkembangan public affairs telah tercapai di Indonesia. Dapat disimpulkan bahwa kebutuhan fungsi korporat public affairs sudah disadari oleh dunia usaha Indonesia. Berdasarkan pengamatan kami, selain di kalangan perusahaan internasional yang sudah terlebih dahulu bersentuhan dengan public affairs di negara asalnya, di kalangan Badan Usaha Milik Negara dan sebagian lembaga-lembaga pemerintah pun, pemahaman ini sudah mulai meluas. Namun, perusahaan-perusahaan swasta tampaknya belum banyak menaruh perhatian terhadap fungsi ini. Memang tidak semua perusahaan memerlukan fungsi korporat khusus untuk menangani public affairs, seperti yang akan diuraikan berikut ini.