Strategi Komunikasi Pandemi Covid-19

PRINDONESIA.CO | Rabu, 24/03/2021
Salah satu kunci keberhasilan komunikasi publik adalah strategi komunikasi yang tepat.
Dok.Istimewa

Pandemi COVID-19 yang sudah melanda dunia setahun lebih, merupakan suatu krisis yang belum pernah kita alami. Berkomunikasi saat berlangsungnya krisis semacam inipun belum pernah terjadi. Tidak ada buku panduan komunikasi penanganan krisis pandemi separah ini yang pernah diterbitkan. Tidak ada studi kasus yang dapat dipelajari mengenai bagaimana menetapkan strategi komunikasi dan pelaksanaannya.

Oleh: Maria Wongsonagoro, PR Consultant, President Director of IPM Public Relations

JAKARTA, PRINDONESIA.CO - Penyebaran COVID-19 terjadi begitu cepat. Dunia gelagapan mengejar kecepatan mengomunikasikan pesan-pesan dan informasi yang dibutuhkan, tidak terkecuali Indonesia. Dalam keadaan seperti ini, apa yang akan kita perbuat? Tentunya melihat pada teori-teori yang pernah kita pelajari tentang komunikasi dan public relations, serta mengandalkan pengalaman dan jam terbang mempraktekkannya, untuk mencari cara yang paling efektif mengkomunikasikan pesan-pesan dan informasi kepada publik. Hal ini tidak gampang.  Apalagi  publik di Indonesia terdiri dari berbagai lapisan masyarakat dengan perbedaan kebiasaan, budaya, dan pandangan.

Salah satu kunci keberhasilan komunikasi publik adalah strategi komunikasi yang tepat. Namun tidaklah mudah menetapkan strategi komunikasi karena harus melalui suatu proses yang rumit. Saya mencoba untuk menjelaskannya secara sederhana agar dapat dipahami dengan lebih baik dengan contoh berikut ini.

Fase Pertama adalah menetapkan tujuan yang ingin dicapai.  Sebagai contoh penerapan strategi komunikasi, kita mulai dengan menetapkan tujuan yang sederhana dan fokus pada suatu pencapaian, sehingga dapat melakukan pengukurannya dengan mudah. Contoh: Tujuan “Menaati 3M: Mencuci Tangan, Menjaga Jarak, Memakai Masker”. Banyak  pesan-pesan dan informasi tentang perlunya menaati 3M yang telah disampaikan oleh instansi, lembaga, komunitas, media, tokoh-tokoh, opinion formers, perusahaan dan stakeholders lain, yang sangat kreatif dan bagus. Saya mengajak untuk melihat kembali proses penetapan strategi komunikasi agar penyampaian pesan dan informasi efektif.