Tiara Kharisma, PR INDONESIA Fellowship Program 2020 - 2021: Menjaga Kewarasan

PRINDONESIA.CO | Kamis, 29/04/2021
Keikutsertaannya dalam program beasiswa menulis buku garapan PR INDONESIA bertujuan untuk menjaga “kewarasan” di tengah padatnya aktivitas sebagai praktisi humas sekaligus menjalankan peran sebagai istri dan ibu.
Dok.Pribadi

Apa yang terlintas di benak ketika mendengar kata arsip? Jika jawabannya adalah bahan pustaka yang terdapat di perpustakaan, maka kita seperti juga mayoritas masyarakat pada umumnya, belum tepat dalam memahami makna arsip yang sesungguhnya.

 

JAKARTA, PRINDONESIA.CO - Menurut perempuan yang baru saja dinobatkan sebagai salah satu penerima PR INDONESIA Fellowship Program 2020 – 2021 ini, arsip dan bahan pustaka merupakan dua hal yang jauh berbeda. Arsip memiliki ciri khusus, seperti harus bersifat autentik dan tepercaya sebagai alat bukti yang sah, informasi yang utuh, serta berdasarkan asas asal usul, dan aturan asli. “Stigma yang melekat di masyarakat, ketika arsip mereka hilang, baru dicari. Jika tidak dibutuhkan, mereka lupa di mana menyimpannya,” ujarnya kepada PR INDONESIA via virtual, Senin (8/2/2021).

Sementara Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) adalah lembaga yang salah satu fungsinya melakukan pelindungan, penyelamatan, dan pengelolaan arsip statis berskala nasional ini. Nah, meningkatkan pemahaman dan awareness publik terhadap lembaga ANRI ini juga menjadi tantangan bagi Tiara Kharisma selama sepuluh tahun menjadi Pranata Humas Muda ANRI. 

Pekerjaan rumah yang lain adalah menyederhanakan berbagai istilah lembaga dan kearsipan ke dalam bahasa yang mudah dicerna oleh publik. Sebut saja, khazanah, arsip statis, hingga arsip dinamis. Karena tantangan itulah, praktisi humas ANRI membutuhkan kompetensi yang tidak hanya menguasai teori dan ilmu dasar kehumasan, tapi juga memahami makna arsip dan substansi dari lembaga ANRI itu sendiri.