Pasca Program Vaksinasi

PRINDONESIA.CO | Rabu, 11/08/2021
Adanya komunikasi dua arah sangat penting untuk menumbuhkan rasa "ikut dilibatkan" dalam setiap pengambilan keputusan/kebijakan pemerintah.
Dok.Istimewa

Pandemi COVID-19 memberikan dampak sangat signifikan. Tidak dapat dipungkiri kondisi ini membuat publik mengalami kecemasan dan dampak psikis lain. Program vaksinasi COVID-19 pemerintah membawa angin segar di tengah ketidakpastian ekonomi dan kesehatan. Masyarakat menyambut gembira keputusan pemerintah menggratiskan vaksin COVID-19. Mereka juga mengaku bersedia mengikuti program vaksinasi selama sudah dinyatakan aman. Sebagian besar masyarakat berharap ekonomi akan lebih cepat pulih setelah program vaksinasi dilakukan.

 

Oleh: Lizzatul Farhatiningsih, Pranata Humas Ahli Pertama/Dewan Pengurus Pusat Iprahumas

JAKARTA, PRINDONESIA.CO - Kini, beberapa Instansi pemerintah dan perkantoran bahkan sudah mulai melaksanakan vaksin tahap ke-2. Selain itu, vaksinasi di beberapa daerah juga telah berlangsung dengan tertib. Sebagaimana dilansir CNN Indonesia, saat ini, target vaksinasi di Indonesia baru tercapai 1,49 persen. Sementara itu, Presiden Jokowi dan Kementerian Kesehatan telah menargetkan vaksinasi akan selesai pada Desember 2021.

Setelah program vaksinasi COVID-19 selesai, pemerintah perlu melakukan evaluasi situasi dan kondisi dengan lebih cermat. Hal-hal yang perlu dilakukan salah satunya yaitu membangun kembali kepercayaan publik.

Belakangan, masyarakat kita mengalami kejenuhan informasi khususnya terkait pandemi terhitung sejak COVID-19 masuk di negeri ini. Informasi berisi fakta dan hoaks terkait penanganan COVID-19 oleh pemerintah pun bersaing secara kuantitas di media sosial. Sehingga, masyarakat kita sempat mengalami krisis kepercayaan. Danareksa Research Institute (DRI) menyatakan indeks kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah turun ke level 71,09 pada Oktober 2020 (CNNIndonesia.com).