Firlan, WIKA Gedung: Kreatif Berkarya

PRINDONESIA.CO | Kamis, 14/10/2021
Dengan menjadikan PR dan CSR dalam satu “rumah”, mereka dapat mengenalkan produk/jasa perusahaan kepada publik sekaligus menunjukkan kepedulian perusahaan terhadap lingkungan.
Dok.Pribadi

Kondisi seperti SDM yang masih terbatas, struktur humas yang belum lengkap, sistem dan prosedur yang perlu banyak dibenahi, ditambah pesatnya perkembangan dunia digital, mendorong Firlan untuk menjadi pribadi yang kreatif.  

 

JAKARTA, PRINDONESIA.CO - Passion sebagai humas mulai diasah sejak duduk di bangku kuliah, Kala itu, Firlan menempuh pendidikan di Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Program Studi Public Relation Universitas Padjadjaran. Ia banyak belajar dari para dosen dan praktisi tentang dunia PR. Setelah lulus, tahun 2006, ia mempraktikkan ilmunya di PT. Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA). Firlan mendapatkan penempatan di Departemen Corporate Secretary dan bertugas  menangani fungsi humas. “Saat itu, saya juga menangani hubungan investor, Government Relation dan GCG,” ujarnya kepada PR INDONESIA, Sabtu (17/7/2021).

Sepuluh tahun berkarya di WIKA, Firlan kemudian ditempatkan di WIKA Gedung sebagai Head of PR and CSR. Ia sempat terlibat dalam proses initial public offering (IPO) WIKA Gedung. “Alhamdulillah, IPO WIKA Gedung sukses dan mendapat trust dari investor,” ujar ayah tiga anak ini, mengenang.

WIKA Gedung berdiri tahun 2008. Anak usaha WIKA ini fokus bergerak di bisnis konstruksi, industri dan konsesi gedung. “Core business WIKA Holding adalah general construction di bidang infrastruktur, industrial plant, pembangkit (energi), dan lain-lain. Sedangkan WIKA Gedung fokus pada pada bangunan gedung,” imbuhnya. Perbedaan fokus ini membuat WIKA Gedung memiliki pasar sendiri. WIKA Holding, misalnya, lebih banyak mengerjakan proyek pemerintahan. Sementara WIKA Gedung mayoritas pasar swasta. Perbedaan lainnya berkaitan dengan kompetensi SDM. Karyawan di Holding umumnya didominasi para engineer sipil, sedangkan WIKA Gedung mayoritas merupakan arsitektur yang tidak hanya fokus pada fungsi bangunan, tetapi juga seni dari bangunan tersebut.