I Dewa Gede Rai, Pemkot Denpasar: Jaga Hubungan Mesra

PRINDONESIA.CO | Jumat, 03/12/2021
Sebagai penjembatan informasi antara pemerintah dengan masyarakat, humas harus mampu memahami latar belakang dari setiap keputusan atau kebijakan yang diambil pemerintah. Sehingga, pesan yang disampaikan pun tepat.
Dok.Pribadi

Bagi I Dewa Gede Rai, jabatan yang dimiliki adalah amanah yang memerlukan tanggung jawab besar. Bukan untuk pencitraan apalagi agar tampak “gagah”.

 

JAKARTA, PRINDONESIA.CO - Pria kelahiran Klungkung, 52 tahun silam ini, tercatat sudah bergabung di bagian humas Setda Kota Denpasar sejak 1994. Selama itu pula ia telah mengantongi pengalaman mengelola humas di bawah  kepemimpinan lima wali kota yang berbeda dengan segala dinamikanya. Dewa Rai, begitu ia karib disapa, sempat mendapat amanah sebagai Kabid Komunikasi dan Informasi Publik (KIP) Dinas Kominfo Statistik selama dua tahun. Sebelum akhirnya, ia ditugaskan kembali di Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kota Denpasar sebagai Kepala Bagian.

Sekembalinya ke dunia humas, katanya kepada PR INDONESIA secara virtual, Jumat (13/8/2021), ia terkejut. Terlebih, Dewa Rai dilantik tepat saat pandemi melanda seluruh dunia. Ada banyak hal yang telah berubah. Mulai dari pesatnya perkembangan teknologi digital, makin beragamnya kanal komunikasi, adanya pergeseran generasi serta perubahan perilaku masyarakat dalam mengonsumsi informasi, hingga pandemi COVID-19 yang telah mengubah cara manusia berkomunikasi dan berinteraksi. “Di samping perubahan tadi, kami juga harus mengalami kenyataan bahwa pandemi telah memukul sektor pariwisata yang merupakan andalan Kota Denpasar,” imbuhnya.

Kondisi itu juga mendorong penganut prinsip jalani hidup seperti air yang mengalir tersebut membuka diri untuk selalu belajar. Termasuk, dari para staf yang usianya jauh lebih muda tetapi lebih melek teknologi. Menurutnya, dengan berbagai kompleksitas dan tantangan yang dihadapi, saat ini humas pemerintah tak lagi dilihat sekadar menjalankan fungsi teknis seperti mengerjakan tugas dokumentasi dan membuat rilis. Sebaliknya, humas pemerintah sudah menempati posisi strategis. Bahkan, posisinya harus selalu berada di leher pemerintah.