Undip Latih Tim Medsos Produksi Konten Bernilai untuk Perkuat Reputasi Kampus

PRINDONESIA.CO | Selasa, 26/05/2026
Universitas Diponegoro (Undip) memperkuat kapasitas pengelola komunikasi publik melalui pelatihan produksi video media sosial guna membangun reputasi kampus lewat konten yang inspiratif, informatif, dan bernilai bagi masyarakat.
Dok. Undip

Universitas Diponegoro (Undip) memperkuat kapasitas pengelola komunikasi publik melalui pelatihan produksi video media sosial guna membangun reputasi kampus lewat konten yang inspiratif, informatif, dan bernilai bagi masyarakat.

SEMARANG, PRINDONESIA.CO - Universitas Diponegoro (Undip) melalui Direktorat Sumber Daya Manusia (DSDM) bersama Direktorat Jejaring Media, Komunitas, dan Komunikasi Publik (Jejak) menggelar Pelatihan Produksi Video untuk Konten Media Sosial Official bagi Koordinator Komunikasi Publik fakultas, sekolah, dan unit kerja di lingkungan kampus, Selasa (12/5/2026).

Pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya Undip memperkuat kualitas komunikasi publik institusi di tengah perubahan pola konsumsi informasi digital yang makin cepat dan dinamis. Sebab, mereka menilai konten video tidak lagi sekadar dokumentasi kegiatan, tetapi juga medium untuk menyampaikan nilai, inovasi, capaian, dan dampak universitas kepada publik.

Dalam konteks ini, Wakil Rektor III Bidang Sumber Daya Manusia, Teknologi Informasi, Hukum, dan Organisasi Undip Prof. Adian Fatchur Rochim menegaskan, konten kelembagaan perlu menonjolkan substansi dan manfaat nyata bagi masyarakat. "Masyarakat tidak hanya membutuhkan dokumentasi seremonial visual, tetapi informasi yang menjelaskan capaian riset, luaran publikasi, serta kontribusi nyata dari setiap kegiatan yang dilakukan universitas,” ujarnya dikutip dari laman resmi Undip, Rabu (13/5/2026).

Menurut Adian, setiap konten, baik berita, video, maupun unggahan media sosial, perlu mampu menjawab aspek manfaat, hasil, dan dampak bagi audiens. Ia menekankan bahwa pengelolaan konten digital yang tepat dapat memperkuat reputasi institusi sekaligus mendorong lahirnya gagasan yang lebih luas di masyarakat.

Sementara itu, Wakil Rektor IV Riset, Inovasi, Kerja Sama, dan Komunikasi Publik Undip Wijayanto menyoroti pentingnya kesiapan sivitas akademika menghadapi dinamika komunikasi digital yang makin interaktif. Menurutnya, komunikasi publik memegang peran strategis dengan adanya interaksi dua arah yang cepat dan dinamis. "Di mana setiap konten yang dipublikasikan berpotensi menjangkau audiens luas bahkan menjadi viral, sehingga perlu dirancang dengan matang dan disampaikan secara tepat,” kata Wijayanto.

Ia menambahkan, reputasi perguruan tinggi saat ini tidak hanya ditentukan lewat capaian akademik dan inovasi, melainkan juga dipengaruhi eksposur media, persepsi publik, serta kualitas narasi di berbagai platform digital. Oleh karena itu, lanjut dia, pelatihan tersebut diharapkan mampu memperkuat kapasitas SDM dalam menghasilkan konten yang menarik, kredibel, dan berdampak.

Pendekatan ‘Storytelling’

Adapun materi pelatihan disampaikan oleh praktisi jurnalistik dan produksi video Muhammad Nur Rohman yang membahas strategi perencanaan konten hingga teknik penyuntingan video. Dalam paparannya, Nur Rohman menekankan pentingnya tujuan komunikasi yang jelas, pemahaman audiens, serta pendekatan storytelling agar pesan institusi lebih hidup dan dekat dengan publik.

Menurutnya, pendekatan storytelling mampu meningkatkan keterlibatan publik tanpa menghilangkan karakter resmi institusi. "Video yang kuat selalu berangkat dari tujuan komunikasi yang jelas: siapa audiensnya, pesan apa yang ingin disampaikan, sudut pandang apa yang paling relevan, serta bagaimana konten tersebut akan hidup di platform digital,” tutur dia.

Pelatihan tersebut juga menghadirkan Sidiq Ariyadi dari Direktorat Jejaring Media, Komunitas, dan Komunikasi Publik Undip. Dalam materinya, ia menyampaikan ihwal  standar visual video media sosial resmi Undip, mulai dari konsistensi identitas visual, penggunaan logo, tipografi, hingga variasi pengambilan gambar untuk memperkuat citra institusi di berbagai platform digital.

Lebih lanjut, Sidiq menjelaskan, konten video institusi perlu memiliki standar visual yang mudah dikenali publik. Dengan konsistensi tampilan itu, kata dia, akan membantu memperkuat citra Undip di berbagai kanal media sosial. (Fadhil Pramudya)