Kemenag Dorong PTKIN Perkuat Komunikasi untuk Gaet Calon Mahasiswa

PRINDONESIA.CO | Rabu, 10/06/2026
Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) didorong untuk makin aktif membangun komunikasi publik dan memperkuat layanan digital guna meningkatkan minat masyarakat melanjutkan studi di kampus-kampus keagamaan Islam.
Dok. UIN Jakarta

Di tengah persaingan pendidikan tinggi yang makin ketat, penguatan komunikasi publik dan layanan digital dinilai menjadi faktor penting dalam meningkatkan minat masyarakat terhadap Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN).

JAKARTA, PRINDONESIA.CO – Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) didorong untuk makin aktif membangun komunikasi publik dan memperkuat layanan digital guna meningkatkan minat masyarakat melanjutkan studi di kampus-kampus keagamaan Islam. Langkah tersebut dinilai penting di tengah persaingan perguruan tinggi yang makin ketat dalam menarik calon mahasiswa.

Pesan itu disampaikan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Amin Suyitno, saat membuka Seleksi Sistem Elektronik (SSE) Ujian Masuk PTKIN (UM-PTKIN) 2026. Menurutnya, tren peningkatan jumlah peminat dan peserta yang mendaftar menunjukkan berbagai inovasi dan strategi sosialisasi yang dilakukan PTKIN mulai memberikan hasil positif.

Amin mengapresiasi sejumlah pimpinan PTKIN yang aktif menjalin komunikasi langsung dengan masyarakat untuk memperkenalkan kampus beserta program studinya. Upaya tersebut dinilai makin relevan mengingat calon mahasiswa kini memiliki banyak pilihan institusi pendidikan tinggi.

Amin pun menilai PTKIN perlu belajar dari berbagai perguruan tinggi yang secara konsisten membangun reputasi melalui komunikasi publik yang kuat dan layanan yang responsif.

Dalam konteks ini, katanya, kampus keagamaan Islam perlu memanfaatkan berbagai kanal komunikasi secara optimal, baik melalui media digital maupun pendekatan langsung kepada masyarakat. "Semakin masif respons dan layanan yang kita berikan kepada calon mahasiswa, semakin besar pula kepercayaan masyarakat untuk memilih PTKIN sebagai tujuan studi mereka," ujar Amin dikutip dari laman resmi UIN Jakarta, Senin (8/6/2026).

Penguatan Layanan Digital

Selain komunikasi publik, Amin juga menekankan pentingnya penguatan layanan digital sebagai bagian dari pengalaman pengguna (user experience) yang menentukan persepsi masyarakat terhadap institusi pendidikan.

Menurutnya, pelaksanaan SSE UM-PTKIN tidak hanya menjadi mekanisme seleksi mahasiswa baru, tetapi juga menjadi indikator kesiapan infrastruktur teknologi informasi di setiap kampus. Oleh karena itu, aspek kapasitas server, bandwidth, hingga kualitas sistem layanan digital perlu terus dievaluasi agar peserta memperoleh pengalaman yang nyaman dan minim hambatan selama mengikuti proses seleksi.

Ketua Panitia Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru PTKIN Abdul Aziz menjelaskan, UM-PTKIN 2026 diikuti 64.479 peserta yang mengikuti ujian di 59 lokasi di seluruh Indonesia pada 8–14 Juni 2026. Dari jumlah tersebut terdapat 43 peserta difabel, 20 peserta non-Muslim, serta peserta internasional, termasuk dari Papua Nugini. Menurutnya, data tersebut menunjukkan PTKIN semakin inklusif dan mampu menjangkau kelompok masyarakat yang beragam.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Ahmad Tholabi mengungkapkan, minat masyarakat terhadap jalur UM-PTKIN di kampusnya masih tergolong tinggi. Tahun ini, UIN Jakarta menyediakan kuota 3.034 mahasiswa baru dengan total 14.398 peminat.

Dari jumlah peminat itu, sebanyak 5.618 peserta di antaranya mengikuti ujian di lingkungan UIN Jakarta yang didukung 33 laboratorium komputer selama empat hari pelaksanaan ujian. "Alhamdulillah, pelaksanaan SSE UM-PTKIN 2026 di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta berjalan dengan lancar. Seluruh proses berlangsung sesuai prosedur yang telah ditetapkan dan terus kami pantau agar peserta dapat mengikuti ujian dengan nyaman," kata Ahmad Tholabi. (Fadhil Pramudya)