Siapa yang Sebaiknya Jadi Juru Bicara saat Krisis? (Bag 7) Harus Latihan

PRINDONESIA.CO | Sabtu, 11/08/2018 | 1.093
Jangan menunjuk juru bicara yang tidak memiliki bekal latihan
Bey/PR Indonesia

Menurut Ida Soedoyo, PR INDONESIA Guru, penunjukan juru bicara ketika krisis merupakan aspek penting dalam penanganan krisis.

JAKARTA, PRINDONESIA.CO – Dalam penunjukan juru bicara beserta wakilnya, Ida menekankan pentingnya memberikan bekal pelatihan kepada mereka yang akan tampil di hadapan publik. Pernyataan dari ibu artis peran dan penyanyi Dimas Beck itu senada dengan argumen ketiga Gerard Braud pada artikel sebelumnya. Yakni, penting bagi perusahaan untuk mengidentifikasi orang-orang terbaik dan cadangannya untuk tampil di depan publik ketika krisis.

Jangan sampai menunjuk juru bicara yang tidak memiliki keterampilan dan bekal latihan yang intensif. “Juru bicara tidak sendiri, ia bisa dibantu oleh wakilnya yang juga telah ditentukan,” kata Ida kepada para peserta workshop JAMPIRO di Jogja, beberapa waktu lalu.

Namun sebelum menunjuk juru bicara, lakukan analisis situasi terlebih dahulu. Setelah data dan fakta terpetakan, barulah menyiapkan langkah strategis, diikuti dengan penunjukkan juru bicara. “Juru bicara akan menyampaikan pesan-pesan kunci kepada publik,” ujarnya.

Selain juru bicara, pembentukan tim krisis dibutuhkan untuk membantu mengimplementasikan action plan yang telah disepakati serta mengembangkan strategi berdasarkan skenario terburuk. Lainnya tak kalah penting adalah membentuk tim siber. Keberadaannya bertujuan untuk menyampaikan pesan kunci melalui media sosial. Semua konten dari pesan kunci tersebut harus mendukung strategi somunikasi dan tujuan utama program PR dalam menangani krisis. (suf)