Program Danone UMKM Digital Academy menunjukkan melalui kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan, public relations (PR) dapat ikut memberikan kontribusi nyata.
JAKARTA, PRINDONESIA.CO - Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan 64,7% dari total 37 juta UMKM dikelola oleh perempuan. Sayangnya, sebagian besar usaha yang dijalankan oleh kaum hawa ini tidak memiliki akses secara langsung ke dunia digital.
Situasi ini makin terasa menantang tatkala pandemi. Nyaris 94% pelaku UMKM perempuan yang terbiasa menjalankan usahanya secara off-line, mulai dari berjualan makanan di kantin sekolah hingga warung kelontong, terhenti karena adanya kebijakan untuk lebih banyak beraktivitas dari rumah. Sebagai solusinya, Danone Indonesia menginisiasi program Danone UMKM Digital Academy.
- BERITA TERKAIT
- Transformasi Praktik PR di Tengah Kemajuan AI
- "Flexing", Gagapnya Komunikasi Internal, dan Peran PR Mengelola Reputasi
- Fenomena "Flexing" dan Gagalnya Penerapan "Good Governance"
- "Flexing", Hobi yang Mempertaruhkan Reputasi Organisasi
- Kenali Jenis "Flexing", Pintu Gerbang Korupsi