Karya Hebat Insan PR: Esensi Mengelola Ekspektasi

PRINDONESIA.CO | Senin, 30/01/2023
Pengelolaan ekspektasi sangat penting
Dok. PR INDONESIA

Bagi Bank Indonesia, mengelola ekspektasi publik sama pentingnya dengan mengelola reputasi. Sebab, ekspektasi publik akan berpengaruh pada kebiasaan dan ekonomi makro.

JAKARTA, PRINDONESIA.CO - Apa itu ekspektasi? Jika mengacu pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), ekspektasi memiliki arti pengharapan. Namun, bagi bank sentral seperti Bank Indonesia (BI), kata ekspektasi mengandung makna yang sangat dalam. Bahkan, mengelola ekspektasi publik itu sama pentingnya seperti mengelola reputasi. Sebab, ekspektasi akan sangat memengaruhi ekonomi makro. Pernyataan inilah yang ditekankan oleh Erwin Haryono, Direktur Eksekutif Departemen BI saat melakukan presentasi di hadapan dewan juri Insan PR INDONESIA, Selasa (25/10/2022) secara virtual.

Ia memberi contoh saat berita mengenai resesi mengemuka di sejumlah negara mulai dari benua Eropa, Inggris, hingga Amerika Serikat. Masyarakat begitu khawatir Indonesia akan mengalami hal serupa. Perekonomian negara ambruk, nilai tukar rupiah terjun bebas. Kekhawatiran inilah yang kemudian disebut oleh Erwin sebagai ekspektasi masyarakat.

Jika ekspektasi berupa “kekhawatiran” tadi berlanjut, maka akan terjadi perubahan perilaku di tengah masyarakat. Antara lain, masyarakat berbondong-bondong menukarkan rupiah sehingga nilai rupiah makin melemah, dan pada akhirnya resesi benar-benar terjadi. Fenomena tersebut dalam kamus BI disebut self-fulfilling prophecy. Yakni, kepercayaan sosial yang awalnya salah, tapi bisa mengarahkan orang untuk bertindak objektif dan mengonfirmasi kepercayaan tersebut.