Tren PR 2021: Kreativitas dan Inovasi Perkuliahan

PRINDONESIA.CO | Senin, 08/02/2021
Adapun yang sangat berperan memengaruhi strategi komunikasi yang dibuat oleh para pelaku PR tahun depan, adalah kebijakan pemerintah.
Dok.Kompas

Pandemi COVID-19 tidak hanya memengaruhi tren public relations (PR), tapi juga makin meningkatkan ekspektasi instansi/korporasi/stakeholder terhadap PR. Kondisi ini turut memengaruhi akademisi dalam mempersiapkan generasi penerus PR.

 

JAKARTA, PRINDONESIA.CO - Seperti yang disampaikan oleh dosen Departemen Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP UI) Ummi Salamah kepada PR INDONESIA, Rabu (16/12/2020). Ummi merangkum banyak sekali dinamika yang terjadi selama pandemi yang turut memberi dampak terhadap aktivitas PR. 

Ya, suka atau tidak suka, pandemi COVID-19 telah menjadi titik balik bagi semua sektor kehidupan, termasuk cara PR bekerja. Kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH), misalnya, membuat mobilitas praktisi PR menjadi terbatas, serta mengurangi interaksi yang bersifat langsung. Biasanya, praktisi PR memiliki banyak kendaraan untuk melakukan kampanye. Kini, hanya sebatas mengendarai infrastruktur digital.

Berkomunikasi dengan infrastruktur digital juga bukannya tanpa hambatan. Ketika karyawan berada di rumah, konsekuensinya, engagement berkurang. Perilaku ketika karyawan dari rumah juga berbeda dengan ketika mereka di kantor. Di rumah, pekerjaan kantor dengan rumah bercampur menjadi satu. Jam kerja pun menjadi lebih panjang. Kondisi ini mendorong korporasi untuk melakukan penguatan komunikasi internal. Peran dan fungsi komunikasi internal pun menjadi sangat penting.