Tren PR 2022: Konten Lebih Utama   

PRINDONESIA.CO | Selasa, 11/01/2022
Tahun 2022, publik akan fokus pada konten substansial seperti kesehatan, well-being, investasi, dan warisan untuk anak-anaknya kelak.
Dok. Bukalapak

Pandemi membawa tantangan tersendiri bagi praktisi public relations (PR). Dari sisi internal, PR ditantang menentukan prioritas yang dibutuhkan karyawan. Sedangkan dari arah eksternal, PR dituntut menyesuaikan cara menyampaikan informasi.

 

JAKARTA, PRINDONESIA.CO - Seperti yang dirasakan oleh VP Corporate Affairs Bukalapak Sufintri Rahayu. Dalam wawancara virtualnya bersama PR INDONESIA, Senin (25/10/2021), perempuan yang karib disapa Fifin ini mengatakan, pandemi adalah momen terberat bagi seluruh masyarakat, termasuk praktisi komunikasi/PR. Banyak strategi bisnis berikut strategi komunikasi yang harus mengalami penyesuaian, baik internal maupun eksternal.

Dari segi internal, perusahaan harus mampu mengomunikasikan berbagai hal yang dibutuhkan oleh kalangan internal. “Kita harus dapat menentukan prioritas bagi seluruh karyawan,” kata Fifin. Adapun yang menjadi concern karyawan saat ini adalah kesehatan fisik, well-being, kesehatan mental, dan work-life balance. Oleh karena itu, penting bagi praktisi PR untuk berkomunikasi dan berkoordinasi secara rutin dengan Human Relations Department (HRD) mengenai situasi terkini.

Sementara itu, dari sisi eksternal, tantangan terbesar yang paling dirasakan adalah melakukan penyesuaian dari komunikasi tatap muka menjadi komunikasi virtual. Hal ini memang tidak terlalu terasa bagi perusahaan teknologi seperti Bukalapak. Sebab, jauh sebelum pandemi, bentuk komunikasi seperti ini sudah biasa mereka lakukan. Namun, tidak demikian untuk perusahaan yang memiliki karyawan di pabrik. Tantangan ini jelas terasa. Jika biasanya perusahaan mengundang media untuk melakukan kunjungan ke pabrik, sekarang hal ini tak bisa lagi dilakukan.